Pertemuan Kader Kesehatan Tekankan Peran Keluarga dan Penguatan Perlindungan Sosial

Margorejo ( SID ) Kamis, 30 Juli 2026 Pertemuan Kader Kesehatan Kalurahan Margorejo yang digelar di Ruang Rapat Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel. Kegiatan diikuti kader kesehatan, PLKB, bidan desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sebagai forum koordinasi lintas sektorPenguatan peran keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan sosial. Karena itu, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, dan kader masyarakat terus diperkuat melalui pembinaan yang berkelanjutan.

Narasumber dari PLKB Tempel, Chris Sanjaya, ST., MM, menyampaikan materi tentang peran keluarga dalam membentuk karakter anak serta pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai pengaruh sosial, termasuk fenomena LGBT yang bisa menjadi penularan HIV AIDS. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk nilai, sikap, dan perilaku anak.

“Karakter anak dibangun dari keluarga. Komunikasi yang baik, keteladanan orang tua, serta pendampingan yang berkelanjutan menjadi bekal penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter,” ujar Chris.

Ia juga menyampaikan sejumlah program Balai KB, di antaranya Gerakan Antar Sekolah untuk Ayah yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Selain itu, terdapat bantuan dari Baznas Kabupaten Sleman berupa pembangunan MCK bagi satu penerima manfaat dan bantuan non-tunai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk dua penerima manfaat.

Sementara itu, Kamituwa Margorejo Anwar Ihsani, S.E. mengajak kader kesehatan menjadi agen percepatan berbagai program pemerintah, termasuk sosialisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Saat ini telah terbentuk 37 agen yang diharapkan mampu menjembatani penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program pemerintah. Kami berharap mereka terus aktif mengedukasi masyarakat agar setiap program dapat berjalan tepat sasaran,” kata Anwar.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan alokasi honorarium kader kesehatan untuk periode Juni–Juli. Dukungan diberikan kepada tujuh kader di setiap Posyandu sebesar Rp35 ribu per kegiatan setelah potongan pajak, dengan total penerimaan Rp460.600, bantuan PMT Rp500 ribu untuk masing-masing dari 19 Posyandu, serta honor bagi dua Kader Pembangunan Manusia (KPM) sebesar Rp250 ribu per bulan setelah potongan pajak.

Melalui pertemuan ini, pemerintah kalurahan berharap kader kesehatan semakin mampu menjadi ujung tombak edukasi masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendukung keberhasilan program kesehatan dan perlindungan sosial secara berkelanjutan.