KESADARAN MENJAGA KEBERSIHAN SUNGAI

                                                         

                                                         Kesadaran. Masyarakat

Kali Ngori yang kecil itu bening dan bersih sebelum sampai ke jalan Magelang. Sungai itu juga masih jernih ketika mengalir di belakang warung Sate pak Karto. Mestinya sungai di perbatasan padukuhan Jlegongan dan Tegal Domban di dusun Gundengan Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman itu bisa menjadi pemandangan indah bagi pejalan kaki.

Namun kali itu mulai kotor ketika menyusur jalan tembus trowongan di bawah jembatan jalan Magelang. Entah siapa, membawa sampah yang terbungkus plastik dari rumah dan melemparkannya ke dalam kali. Kolong jembatan, sepanjang jalan tembus sekitar dua puluh meteran dan sepi Itu memang tempat nyaman bagi pelintas yang tidak bertanggung jawab untuk melemparkan sampah.

Plastik-plastik bungkusan sampah, pada musim kemarau tertinggal di permukaan sungai, bila hujan deras bungkusan itu akan terbawa arus dan menyangkut ke bronjong kawat yang beberapa waktu yang lalu ditanam penduduk untuk pencegah longsor. Sampah itu meninggalkan pemandangan yang kurang sedap. Setiap kali plastik-plastik itu dibersihkan, esoknya sudah muncul lagi.

Pinggiran sungai kecil di banyak tempat di luar negeri menjadi tempat jujugan untuk para jogger dan pelari pagi. Mereka membuat lintasan lari yang terbuat dari pasir lembut. Di beberapa tempat di buat tempat istirahat dan palang-palang besi untuk peregangan otot. Pinggiran sungai ditanam pohon perdu dan berbunga indah. Pilar jembatan menjadi tempat memamerkan seni ukir atau seni patung.

Sungai kecil anugrah Yang Maha Pemurah, disini menjadi tempat pembuangan sampah dan dinding jembatan menjadi tempat anak-anak muda memuaskan hati dengan coretan-coretan kotor menambahkan pemandangan kusam.

Kenyataan ini, bukan hanya masalah pemerintah setempat, namun masalah kita bersama dan mestinya diatasi dimulai dari keluarga kita sendiri. (Sadhono Hadi Media Margorejo)